Kamis, 04 Agustus 2016

Pemeriksaan akuntansi 2

KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN
1. Konsep Dasar dan Ruang lingkup
http://yuliakurnia.blogspot.co.id/2011/07/materi-kuliah.html

Konsep Dasar Audit manajemen adalah audit terhadap manajemen suatu organisasi secara keseluruhan untuk menilai usur-unsur manajemen apakah telah direncanakan, dijalankan dan dikendalikan dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik dan benar sehingga organisasi melalui fungsi-fungsinya dapat mencapai tujuan yang direncanakan yang mencakup dimensi PQCDSME (productivity, quality, cost, delivery, safety, morale, environment) secara efektif dan efisien.

http://rhurhy.blogspot.co.id/2014/04/konsep-dasar-audit-manajemen.html

ruang lingkup audit manajemen adalah meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi.

2. Kompetensi lulusan


3. Management Audit Vs Financial Audit
https://eightishad.wordpress.com/2013/05/27/audit-manajemen-perbedaan-audit-manajemen-dan-audit-keuangan/
 
Tujuan Audit
Audit keuangan dilakukan untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan (manajemen) telah disusun melalui proses akuntansi yang berlaku umum dan menyajikan dengan sebenarnya kondisi keuangan perusahaan pada tanggal pelaporan dan kinerja manajemen pada period tersebut. Dari hasil audit ini kemudian akuntan (auditor) memberikan opini sebagai tanda pengesahan atas laporan tersebut, untuk dapat digunakan oleh sebagian besar pemakai laporan keuangan.Sedangkan audit manajemen ditujukan untuk mencapai perbaikan atas berbagai program/aktivitas dalam pengelolaan perusahaan yang masih memerlukan perbaikan. Oleh sebab itu, auditnya dirancang untuk menemukan berbagai kelemahan dalam operasional perusahaan, menentukan penyebabnya, menganalisis akibat yang ditimbulkan, dan mencari jalan perbaikan atas kelemahan tersebut. Perbaikan-perbaikan yang mungkin direkomendasikan dari hasil audit manajemen dapat berupa perbaikan perencanaan program, metoda kerja, standar penilaian, proses pengelolaan sumber daya, dan sebagainya tergantung pada kelemahan yang terdapat pada perusahaan tersebut. Tetapi dari keseluruhan perbaikan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu penghematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan.
•  Ruang Lingkup Audit
Audit Keuangan menekankan auditnya pada data-data akuntansi perusahaan dan proses penyajian laporan yang disajikan manajeme. Oleh karena itu, ruang lingkup auditnya berkisar pada bukti-bukti transaksi dan proses akuntansi yang diterapkan pada objek audit. Dalam menentukan luas audit, auditor mendasarkan keyakinannya pada efektivitas pengendalian internal perusahaan. Oleh karena itu, auditor harus melakukan penelaahan terhadap pengendalian internal audit yang diterapkan perusahaan tersebut. Semakin kuat pengendalian internal yang dimiliki perusahaan biasanya auditor cenderung menetapkan luas audit yang lebih kecil dan sebaliknya, semakin lemah pengendalian internal perusahaan, auditor cenderung menetapkan luas audit yang lebihbesar.Pada audit manajemen, ruang lingkup meliputi keseluruhan fungsi manajemen dan unit-unit terkait yang ada didalamnya. Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh program/aktivitas atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Dalam menentukan luas auditnya, auditor menekankan keyakinannya pada efektivitas pengendalian manajemen yang dimiliki perusahaan. Oleh karena itu, secara khusus dalam tahap-tahap auditnya, auditor melakukan tinjauan terhadap pengendalian manajemen perusahaan.
•  Dasar Yuridis
secara hukum semua perusahaan harus menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen (akuntan publik) kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut. Bagi perusahaan yang telah go public  penyajian laporan keuangan yang telah diaudit merupakan salah satu bentuk penyajian informasi yang jujur dan bertanggung jawab  kepada investor/calon investor. Oleh sebab itu, salah satu prasayarat perusahaan untuk tetap dapat mencatatkan sahamnya du bursa adalah penyajian laporan keuangan interim yang telah diaudit oleh auditor independen. Bagi perusahaan yang belum go public,pelaporan pajak (dalam bentuk surat pemberitahuan) ke Kantor Pelayanan Pajak, dilampiri laporan keuangan. Wajib pajak yang baik (taat) akan melampirkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen.Berbeda dengan audit keuangan, audit manajemen bukanlah suatu keharusan bagi suatu suatu perusahaan. Audit manajemen berangkat dari kepedulian manajemen atau yang memiliki wewenang yang lebih tinggi untuk memperbaiki berbagai program/aktivitas yang berjalan di perusahaan. Audit manajemen dalam hal ini dapat menjadi pilihan dalam mencari penyebab terjadinya kelemahan proses yang berjalan dan menganalisis akibatnya serta menentukan langkah perbaikan yang dapat dilakukan dalam memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut.
•  Pelaksana Audit
Audit keuangan dilakukan dalam rangka mendapatkan pengesahan (opini) secara independen dari pihak auditor atas kewajaran laporan keuangan yang disajikan manajemen perusahaan tersebut. Oleh karena itu, audit juga harus dilakukan oleh pihak independen (auditor eksternal) agar pengguna informasi merasa yakin akan keakuratan dan kebenaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut. Sedangkan audit manajemen dilakukan dalam rangka untuk menemukan berbagai kekurangan/kelemahan pengelolaan perusahaan (melalui pengelolaan berbagai program/aktivitas) yang dilakukan manajemen, sehingga dapat ditentukan langkah-langkah perbaikan terhadap kekurangan tersebut. Oleh karena itu, selain auditor independen, audit juga bisa dilakukan oleh auditor internal (staf auditor yang dimiliki perusahaan).Pertimbangan objektivitas dan biaya audit menjadi dasar untuk menentukan siapa yang akan dipilih perusahaan untuk melakukan audit manajemen. Jika pertimbangan lebih ditekankan kepada masalah biaya audit, biasanya perusahaan lebih memilih untuk memanfaatkan tenaga auditor yang dimilikinya. Sedangkan jika pertimbangannya lebih ditekankan kepada tingkat objektivitas dan independensi auditor, audit biasanya dilakukan oleh auditor dari luar perusahaan (external auditor).
•  Frekuensi Auditor
Kebutuhan audit berhubungan langsung dengan penerbitan laporan keuangn, audit keuangan dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu tahun dan ini bersifat reguler. Sedangkan audit manajemen, tidak ada ketentuan mengikat yang mengharuskan untuk melakukan audit setiap periode waktu tertentu. Kebutuhan audit sangat dipengaruhi oleh kepedulian manajemen dalam mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi dan kebutuhan untuk memperbaiki berbagai program/aktivitas yang hasilnya belum optimal.
•  Orientasi Hasil Audit
Audit keuangan dilakukan terhadap data-data keuangan perusahaan yang bersifat historis. Oleh karena itu, audit ini lebih menekankan pada penilaian tehadap kinerja masa lalu yang telah dicapai manajemen pada periode pelaporan. Sedangkan audit manajemen lebih menekankan auditnya untuk kepentingan perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Audit manajemen lebih merupakan anticipatory audit, sebagai sarana untuk mengantisipasi atau mencegah kemungkinan tejadinya kegagalan akibat kelemahan-kelemahan yang ada pada perusahaan.
•  Bentuk Laporan Audit
Audit keuangan telah memiliki standar bentuk laporan audit yang bersifat baku bagi seluruh akuntan indenpenden yang melakukan audit keuangan. Hal ini diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Bentuk laporan yang disampaikan biasanya adalah laporan bentuk pendek yang menyertai laporan keuangan hasil audit.Sedangkan laporan hasil audit manajemen, biasanya disajikan dalam bentuk laporan yang bersifat komprehensif, dimana di dalam laporan tersebut disamping menyampaikan kesimpulan audit, juga disajikan temuan-temuan penting hasil audit yang menjadi dasar dalam pembuatan kesimpulan dan rekomendasi. Audit manajemen belum memiliki standar laporan yang baku sehingga penyajian laporan sangat dipengaruhi oleh kemampuan auditor berkreasi untuk menyampaikan informasi yang selengkap mungkin dalam laporannya kepada berbagai pihak yang membutuhkan hasil audit tersebut.
•  Pengguna Laporan
Laporan audit keuangan ditujukan kepada berbagai kelompok pengguna yang berada diluar perusahaan (eksternal). Berbagai kelompok tersebut di antaranya pemegang saham, kreditor, pemerintah, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi berbagai kelompok tersebut, laporan keuangan disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan sebagaian besar pemakai.Laporan audit manajemen lebih ditujukan kepada pihak internal perusahaan. Berbagai pihak sesuai dengan bidangnya membutuhkan informasi tentang potensi perbaikan yang bisa dilakukan perusahaan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, laporan audit manajemen dapat menyajikan berbagai informasi untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan yang ada pada perusahaan.


4. Organisasi Management Audit
5. Kebutuhan Management Audit
6. Peran Management Auditor
7. Tipe dan Area Management Audit
8. Kriteria untuk Penilaian dan Tahap Management Audit

TEKNIK DAN PENDEKATAN MANAGEMENT AUDIT
1. Pengenalan Industri Auditee
2. Management Audit dengan Pendekatan Arus Sumber Daya
3. Management Audit Berdasarkan Fungsi
4. Penugasan Khusus dalam Management Audit

PERILAKU DALAM  MANAGEMENT AUDIT
1. Hubungan Antar Manusia dalam Management Audit
2. Hubungan Kerjasama antara Management dengan External Auditor
3. Hubungan Kerjasama antara Management Auditor  dengan Auditee
4. Komunikasi dalam Management Audit

TEMUAN KEKURANGAN (DEFECIENCY FINDINGS) DAN PELAPORAN HASIL MANAGEMENT AUDIT
1. Temuan Defesiensi
2. Laporan Audit Manajemen

AUDIT PEMASARAN
1. Definisi audit pemasaran
2. Bentuk audit
3. Tempat audit pemasaran dalam audit manajemen
4. Ruang lingkup dan frekwensi dari audit pemasaran
5. Langkah dalam audit pemasaran
6. Proses penilaian
7. Peranan analisis SWOT
8. Karakteristik dari audit pemasaran yang efektif
9. Prosedur audit
10. Komponen audit

AUDIT SISTEM KEPASTIAN MUTU (QUALITY ASSURANCE SYSTEM AUDIT)
1. Definisi dan tipe audit kepastian mutu
2. Sejarah audit mutu
3. Prinsip dan praktik auditing
4. Pemisahan klien, auditor dan auditee
5. Daur hidup audit mutu
6. Mengorganisasi auditing
7. Program dan proyek audit
8. Perencanaan audit
9. Menyiapkan kertas kerja
10. Penelaahan pra audit dari sistem mutu (menilai dokumentasi system)
11. Persiapan untuk melakukan audit (tim audit)
12. Melaksanakan audit
13. Mengumpulkan dan menilai bukti yang obyektif
14. Menangansi pengamatan
15. Melaporkan hasil dan tindak lanjut audit
16. Penyelesaian audit
17. Kualifikasi auditor mutu

AUDIT MANUFAKTURING
1. Konsep manufaktur
2. Ruang lingkup audit dibidang  produksi
3. Produktivitas perusahaan - Model Masukan Keluaran
4. Audit manufacturing
5. Contoh pelaksanaan audit manufakturing produksi

AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA
1. Definisi Audit Sumber Daya Manusia
2. Daftar periksa sumber daya manusia
3. Pelaksanaan dan langkah dalam proses audit sumber daya manusia
4. Pendekatan dalam audit sumber daya manusia
5. Fungsi sumber daya manusia
6. Memanfaatkan temuan audit dan metode analisis temuan
7. Penyiapan laporan dan rekomendasi

AUDIT PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK
1. Dampak teknologi komputer terhadap profesi akuntan
2. Pengertian EDP Auditing/Computer Auditing/Computer-Based Auditing
3. Metode Audit EDP
4. Sistem audit manual/Tradisional Vs Sistem Audit EDP
5. Sistem pengendalian intern dalam EDP
6. Resiko audior (audit risk)
7. Pengetahuan yang harus dimiliki oleh auditor komputer

AUDIT LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL AUDITING)
1. Definisi dan sifat audit lingkungan
2. Auditing sebagai komponen dari manajemen lingkungan
3. Falsafah manajemen lingkungan dasar
4. Auditing dalam konteks resiko lingkungan
5. Sebab dan manfaat audit lingkungan
6. Tipe audit
7. Auditor lingkungan
8. Tahap pelaksanaan audit lingkungan
9. Aktivitas pra dan setelah (post) audit
10. Audit lingkungan di Indonesia

AUDIT KECURANGAN (FRAUD)
1. Definisi audit kecurangan
2. Penyebab terjadinya kecurangan
3. Tanda peringatan untuk kecurangan
4. Area yang sensitive
5. Karakteristik pribadi
6. Praktik kecurangan yang umum
7. Kecurangan dan tanggung jawab auditor intern

AUDIT INTERN
1. Peranan Internal Audit
2. Manajemen internal audit
3. Pengembangan kualitas para pemeriksa
4. Buku pedoman pemeriksaan
5. Pengendalian tugas pemeriksaan
6. Pelaporan hasil pemeriksaan
7. Pemantauan tindak lanjut
8. Penataan kertas kerja pemeriksaan

REFERENSI:
1. Amin Wijaya Tunggal, " Management Audit Suatu Pengantar", Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 2000
2. Amin Wijaya Tunggal, "Audit Manajemen Kontemporer", Edisi Revisi, Penerbit Harvarindo, Jakarta, 2003
3. Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik, "Standar Profesional Akuntan Publik", 2001, Penerbit Salemba Empat, Jakarta
4. Ikatan Akuntan Indonesia., "Standar Akuntansi Keuangan"., 2004 , Salemba Empat, Jakarta.
5. Mardiasmo, "Akuntansi Sektor Publik", BPFE Yogyakarta, 2000
6. Soedjono Karni, "Auditing, Audit Khusus & Audit Forensik Dalam Praktik, LPFE UI, Jakarta, 2000
7. Tugiman Hiro, "Standar Profesional Audit Internal", 2000, Penerbit Kanisius, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar